gallery/mpbi logo
Masyarakat
Penanggulangan
Bencana
Indonesia 

Asian Ministerial Conference for Disaster Risk Reduction (AMCDRR) Tahun 2016 adalah pertemuan pertama tingkat menteri se-Asia setelah diluncurkannya Sendai Framework. AMCDRR 2016 diselenggarakan di India pada 2-5 November 2016. Pertemuan ini akan mengusung Rencana Implementasi Sendai Framework di Kawasan Asia dimana dalam pertemuan ini akan dibicarakan bagaimana upaya penajaman implementasi dan monitoring Sendai Framework di Asia.

Tujuan dari konferensi AMCDRR 2016 adalah (1) Transformasi komitmen pemerintah dan pemangku kepentingan yang dibuat di Sendai selama WCDRR ke dalam tindakan nasional dan lokal dan (2) Mengatur arah untuk mempercepat implementasi regional dan pemantauan Kerangka Sendai.

Hasil yang diharapkan dari konferensi adalah adanya (1) Sebuah deklarasi politik sebagai konsolidasi komitmen politik pemerintah untuk mencegah dan mengurangi risiko serta memperkuat ketahanan dengan mempercepat pelaksanaan dan pemantauan Kerangka Sendai, (2) Rencana Regional Asia untuk Pelaksanaan Sendai Framework oleh negara-negara di kawasan Asia, dan (3) Laporan tindakan Stakeholder berupa laporan sukarela tindakan stakeholder kelompok ke arah pendekatan 'tanggung jawab bersama' di pelaksanaan Sendai Framework. (Sumber: AMCDRR2016 Concept Note)

Understanding Risk (UR) 2016 Proceedings

Konferensi Tingkat Menteri AMCDRR Tahun 2016 di India

Publikasi ini disusun dari pertemuan berseri dari masukan "session leads" yang diikuti para praktisi kebencanaan pada UR Forum Tahun 2016 di Venice. Dokumen ini dikompilasikan oleh Global Facility for Disaster Reduction and Recovery (GFDRR). Meskipun demikian isi dan temuan yang dipaparkan dalam dokumen tidak merefleksikan pandangan GFDRR dan World Bank Group.

Isi prosiding ini terbagi atas bagian Connecting for Decision Making, Data, Modeling, Vulnerability and Resilience, The Future of Risk and Risk Assessment.

Dokumen tersebut dapat diunduh di di sini.

gallery/ur_mpbi

Hasil pertemuan Asian Ministerial Conference for Disaster Risk Reduction (AMCDRR) Tahun 2016 telah mensepakati adanya Deklarasi New Delhi 2016. Di dalam deklarasi ini diantaranya disampaikan adanya panggilan kepada seluruh pemerintah dan stakeholder kebencanaan di Asia untuk memperkuat perubahan menuju paradigma pengurangan risiko bencana. Dokumen lengkap Deklarasi New Delhi 2016 dapat didownoad disini.

New Delhi Declaration - 2016

Pada pertemuan Asian Ministerial Conference for Disaster Risk Reduction (AMCDRR) Tahun 2016 telah berhasil disusun Rencana Implementasi Kerangka Kerja Sendai untuk Pengurangan Risiko Bencana periode 2015-2030 yang ditujukan untuk dijalankan di wilayah Benua Asia. Terdapat tiga bagian utama dalam dokumen rencana implementasi ini, yaitu panduan untuk arah kebijakan implementasi kerangka Kerja Sendai dalam konteks Pembangunan berkelanjutan (SDG), Road Map untuk jangka panjang, dan rencana aksi untuk selama 2 tahun (2017-2018). DOkumen Rencana Implementasi ini dapat didownoad disini.

Rencana Implementasi Kerangka Kerja Sendai untuk Pengurangan Risiko Bencana 2015-2030 Tingkat Asia

Menjadi rentan terhadap kekuatan alam sepenuhnya keputusan sosial dan politik ekonomi. Artikel yang ditulis Jonathan Lassa di RSIS Nanyang Technological University ini memberikan ikhtisar 40 tahun studi bencana dengan pendekatan kritis. Didalamnya juga diulas mengapa pendekatan kritis untuk memahami bencana dapat menyelamatkan nyawa. Selengkapnya dapat diakses di sini.

gallery/chs
gallery/sphere
gallery/logo-asean-hi1
Deklarasi Bandung KN PRBBK XII

Tema: Menguatkan Tata Kelola Sumber Daya Berbasis Komunitas Menuju Masyarakat Tangguh Bencana

Tahun 2017 KN PRBBK XIII mengangkat tema “Menguatkan Tata Kelola Sumber Daya Berbasis Komunitas Menuju Masyarakat Tangguh Bencana”. Isu ini sudah sering dibicarakan secara terpisah dari pengelolaan risiko bencana berbasis komunitas. Dalam kenyataan skala permasalahannya menunjukkan kerusakan sumber daya mengalami peningkatan setiap tahunnya. Tata kelola sumber daya yang masih berpusat pada pemerintah merupakan salah satu sumber pemicu kerusakannya

Konferensi akan berlangsung selama tiga hari dari tanggal 12-14 September 2017 di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat

Selengkapnya dapat dibaca di sini.