Ringkasan Pelaksanaan KNPRBBK XIV 2021

Pandemi COVID-19 tidak hanya memberikan dampak langsung pada sektor kesehatan masyarakat namun juga berdampak negatif terhadap sektor ekonomi masyarakat secara nasional. Merespon situasi ini, Pemerintah Indonesia telah membentuk Satuan Tugas COVID-19 dan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.

Selain ketidakpastian risiko pandemi COVID-19, berbagai ancaman bencana juga terjadi dalam masa pandemi ini. Selama 2020 saja tercatat sekurangnya 2.952 kejadian ancaman atau bencana di Indonesia baik yang berasosiasi terhadap krisis iklim maupun proses geologis. Kondisi tersebut semakin menambah tingkat risiko masyarakat yang hidup dalam kawasan rawan bencana, karena dalam waktu bersamaan harus terpapar ancaman pandemi maupun ancaman bencana lainnya dalam kurun waktu dua tahun ini. Untuk itu, upaya-upaya membangun ketahanan masyarakat terhadap risiko bencana dan perubahan iklim yang mengintegrasikan penguatan ekonomi dan perlindungan sosial juga esensial untuk mengurangi kerentanan masyarakat baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Untuk itu, pengembangan praktik baik, perluasan jejaring serta pembelajaran inisiatif masyarakat ini dapat terkelola dan terus bergerak untuk menghasilkan pengetahuan -pengetahuan baru secara sistematis perlu untuk dilakukan secara kolektif melalui Konferensi Nasional Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Komunitas (KN-PRBBK) agar dapat memberikan dampak yang lebih luas.

Masyarakat  Penanggulangan  Bencana  Indonesia  (MPBI), bersama  dengan  lembaga-lembaga  pemerhati kebencanaan dan didukung oleh lembaga kemanusiaan nasional dan  internasional, akademisi, pihak swasta dan komunitas telah menyelenggarakan 4 kali Simposium PRBBK  sejak tahun 2004 dan 13 Kali Konferensi Nasional PRBBK  sejak tahun  2009 sampai tahun 2021. Berbagai pembelajaran praktek baik telah dihasilkan dan menjadi pengetahuan baru yang telah membawa perubahan dan penguatan tata Kelola penanggulangn bencana di Indonesia. Setelah sempat terhenti selama 3 (tiga) tahun, dengan pertimbangan perkembangan pandemik COVID 19 dan peran strategis komunitas dalam pengendalian dan percepatan penanganan COVID-19 saat ini, juga dinamika upaya-upaya pengurangan risiko bencana di tingkat tapak. MPBI mengajak para pihak  menyelenggarakan Konferensi Nasional Pengelolaan Risiko Bencana Berbasis Komunitas ke XIV-2021 dengan tema “Refleksi dan Penguatan Strategi PRBBK dan Percepatan Penanganan COVID-19 di Indonesia”. Konferensi ini dilaksanakan secara daring atau Online.

KNPRBBK XIV-2021 memiliki tujuan strategis sebagai berikut: (1) Pendokumentasian pengetahuan dan praktik-praktik PRBBK di Indonesia, (2) Pemutakhiran pendekatan, pengetahuan dan praktik-praktik PRBBK di Indonesia, (3) Penguatan jejaring gerakan PRBBK di Indonesia, (4) Pengembangan PRBBK sebagai strategi percepatan penanganan COVID-19, pemulihan ekonomi nasional dan membangun ketangguhan masyarakat . Secara umum KNF PRBBK XIV ini berhasil mendokumentasikan pengetauan dan praktik PRBBK di wilayah-wilayah dan Indonesia secara umum. Ada pemutakhiran pendekatan, pengetahuan, praktik-praktik PRBBK. Selama proses pra-konferensi dan konferensi, jejaring Gerakan PRBBK di Indonesia diperkuat. Ada rumusan pengembangan PRBBK sebagai strategi percepatan penanganan COVID-19, pemulihan ekonomi nasional dan membangun ketangguhan masyarakat.

Selama persiapan dan pelaksanaan KN-PRBBK XIV tahun ini, sudah dihasilkan:  (1) Kertas Posisi “Penguatan dan Perluasan PRBBK di Indonesia”. Kertas Posisi menjadi bahan advokasi penguatan tata kelola PRBBK di Indonesia.  Kertas posisi ini merupakan kumpulan rekomendasi dari berbagai wilayah di Indonesia. Kertas  posisi hasil KN PRBBK XIV ini akan disampaikan dalam Bulan PRB 2021 dan GPDRR 2021; (2) Pendokumentasian dan refleksi praktik PRBBK di Indonesia Proses pendokumentasian dan refleksi sudah dilakukan di wilayah-wilayah di Indonesia yang meliputi praktik-praktik membangun ketangguhan masyarakat baik terhadap bencana alam maupun pandemi COVID-19.  Catatan atau rekomendasi refleksi wilayah telah menjadi basis argumen kertas posisi yang dihasilkan pada pleno KN-PRBBK XIV. Pendokumentasian dan penjaringan pelaku PRBBK dimasukkan ke dalam katalog PRBBK digital. Katalog PRBBK digital merupakan sebuah wadah informasi dan komunikasi PRBBK di Indonesia berbasis urun daya komunitas. Pemetaan, dokumentasi praktek2 dan jejaring sumber daya PRBBK dimasukkan ke dalam kanal praktik-praktik PRBBK; (3) Pemutakhiran Buku Pedoman Pengelolaan Risiko Bencana Berbasiskan Komunitas Kumpulan rekomendasi pemutakhiran buku pedoman PRBBK sudah ada yang akan ditindaklanjuti dalam penulisan yang akan menjadi keluaran pasca dilaksanakannya KN PRBBK XIV 2021; dan (4) Laporan pelaksanaan Konferensi Nasional Pengelolaan Risiko Bencana Berbasis Komunitas ini merupakan catatan pertanggungjawaban dan akuntabilitas Panitia Penyelenggara kepada MPBI dan para Lembaga pendukung KN PRBBK.

Secara kelseluruhan KN PRBBK XIV diikuti oleh 8,111 orang baik secara langsung via zoom, ataupun lewat livestreaming atau siaran ulang youtobe dan facebook dimana 36 % peserta adalah perempuan dan 64 % peserta adalah laki-laki, serta 44 orang berasal dari orang dengan disabilitas.  Secara garis besar, pelaksanaan KNPRBBK XIV 2021  dilaksanakan dengan tiga tahap

Tahap pertama, kegiatan dilaksanakan di tiap wilayah representatif (Sumatera; Jawa; Bali; NTB; NTT; Kalimantan; Sulawesi; Maluku; Papua) pada minggu ke 4 Juli sampai dengan 15 September 2021, Refleksi PRBBK telah dilaksanakan di 19 wilayah (Provinsi)  dengan 34 kali refleksi. Total peserta refleksi sebanyak 2001 orang yang terdiri dari 558 perempuan dan 1,443 laki-laki. Link materi dan notula dapat diunduh di: https://bit.ly/MateriKNPRBBK2021. Hasil refleksi wilayah menghasilkan 4 isu besar yang menjadi catatan penting antara lain

  1. Penguatan Tata Kelola PRBBK yang meliputi harmonisasi dan sinergitas kebijakan dari level nasional sampai ke level desa dan komunitas, penerapan kebijakan yang inklusif yang berpihak pada kelompok rentan, penguatan kearifan lokal dalam PRBBK, penguatan kapasitas kepada pemangku kebijakan, pendekatan Kawasan, kemudahan akses informasi bencana di Indonesia, kebijakan strategis dan operasional terkait kordinasi, harmonisasi, dan singkronisasi program-program berbasis desa/kelurahan dalam upaya membangun ketangguhan masyarakat/PRBBK.
  2. Pemutakhiran Praktik dan Kemitraan PRBBK yang Lebih Kuat meliputi integrasi risiko-risiko bencana secara holistic akibat bencana, dampak perubahan iklim, pandemi COVID-19, degradasi lingkungan, dan ancaman non alam lainnya; isu tentang ketangguhan UMKM, membangun kesejahteraan dan perlindungan sosial, pengintegrasian PRBBK kepada pentahelix, peringatan dini yang inklusif, pendokumentasian pengetahuan lokal secara partisipatif, regenerasi pengetahuan dan keterampilan PRBBK di Indonesia melalui perluasan literasi, demokratisasi pengetahuan kebencanaan, dan optimasi peran institusi Pendidikan, dan kolaborasi yang inklusif, dan saling menguatkan fungsi, peran, kontribusi dan keterlibatan berbagai aktor dalam penguatan PRBBK
  3. Peningkatan mutu kualitas PRBBK yang berkelanjutan meliputi pendokumentasian praktik baik PRBBK, pengembangan indikator capaian PRBBK, mekanisme umpan balik yang inklusif, memperkuat pengorganisasian, peningkatan kapasitas dan penguatan jejaring, dan pengembangan sistem informasi PRBBK yang inklusif dan partisipatif yang dapat diakses oleh semua pihak, pengembangan potensi kelompok rentan.
  4. Perlu adanya data dan informasi PRBBK yang dapat memberikan akses informasi terkait dengan program, komunitas, lokasi program, penilaian ketangguhan masyarakat, ketersediaan informasi tentang fasilitator PRBBK di daerah, dan literatur yang berkaitan pembelajaran praktik baik dan buruk PRBBK.

Tahap kedua, hasil dari rangkaian kegiatan regional akan dikompilasi dan disintesis melalui Pleno sebagai acara puncak KN PRBBK XIV 2021 pada tanggal 20 – 24 September 2021. Agenda puncak terbagi menjadi 4 bagian, yakni: 1) Pembukaan dan Talkshow, 2) Sidang Komite/Panel Kertas Posisi; 3) Seminar Tematik PRBBK di Indonesia; 4) Ignites Stage/Virtual Booth.  Ada dua event talkshow yang diikuti oleh 341 orang, ada sepuluh (10) sesi tematik yang dilaksanakan setelah sidang Pleno KN PRBBK dilaksanakan setiap harinya. Total 836 orang yang mengikuti, 5 sesi Ignite Stage yang diikuti oleh 900 orang, semua dilaksanakan secara online dan diikuti secara langsung Via Zoom, dan disiarkan di Youtobe PRBBK Indonesia dan beberapa di siarkan di youtobe lembaga pendukung.

Hasil KN PRBBK XIV 2021 telah terdokumentasikan pembelajaran /praktek baik PRBBK di Indonesia dan menghasilkan rekomendasi kertas posisi yang mencakup  3 hasil dan 24 butir rekomendasi  (Lampiran 4) terkait  (1) Tata Kelola PRBBK: Kebijakan Operasional, Mekanisme Pendanaan, dan Pelembagaan PRBBK; (2) Model Ketangguhan, Strategi Perluasan termasuk di dalamnya replikasi, modifikasi, inovasi, dan kolaborasi; (3) Monitoring Evaluasi PRBBK di Indonesia: Kontrol Kualitas, Penguatan Gerakan/program PRBBK, Kemandirian dan Keberlanjutan

Tahap ketiga, merupakan proses diseminasi dan advokasi keluaran KNPRBBK XIV agar dapat memberikan dampak yang lebih luas dilaksanakan pasca KN PRBBK dan terus dimonitoring . Selain itu keluaran KNPRBBK diharapkan berkontribusi dalam penulisan laporan negara Sendai Framework for Disaster Risk Reduction (SFDRR). Metode kegiatan. Diseminasi dan sosialisasi hasil Kertas Posisi telah disampaikan di dalam Acara Puncak Bulan PRB 2021 di Ambon kepada pada tanggal 19 Oktober 2021 yang diikuti oleh 217 orang pewakilan kementerian/lembaga, NGO/INGO, Akademisi,  pemerintah daerah (BPBD), komunitas dan masyarakat. Hasil dari diseminasi ini memunculkan komitmen bersama seluruh pihak untuk mengawal hasil KN PRBBK XIV 2021 di daerah dan komunitas untuk memperkuat gerakan PRBBK di Indonesia.

Hasil KN PRBBK XIV 2021 berangkat dari proses refleksi di wilayah, yang telah menghasilkan kertas posisi yang sudah dideklarasikan pada tanggal 24 September 2021 oleh perwakilan Pentahelix. KN PRBBK adalah sebuah wadah atau HUB Gerakan PRBBK di Indonesia pasca pelaksanaan KN PRBBK XIV 2021, masih ada beberapa hal yang harus dikawal prosesnya dan didesiminasi serta mengawal hasil rekomendasi ke dalam implentasi untuk menjadikan Gerakan PRBBK menjadi lebih baik. Beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan pasca KN PRBBK XIV 2021 adalah :

  1. Kertas Posisi, Deklarasi, Presentasi di Puncak Bulan PRB
  2. Mengembalikan hasil Kertas Posisi Kepada wilayah dan membangun strategi bersama untuk diadvokasi dan diimplentasikan di wilayah dan nasional
  3. Pemutakhiran Pedoman PRBBK
  4. Membuat Peta Jalan PRBBK
  5. Pengembangan Hub/Katalog PRBBK
  6. Pendaya-gunaan Peran Nasional dan Sub Nasional dalam PRBBK.

——